Di abad ke 21 ini, siapakah manusia modern di bumi
ini yang tidak menggunakan internet? Hampir tidak ada. Baik itu untuk
kepentingan pribadi, kelompok, bahkan negara. Namun, internet yang kita
ketahui sekarang ini bukanlah media yang ‘baru’. Media internet sudah
mulai dikembangkan sejak adanya komputer digital pertama pada akhir
zaman perang dunia kedua. Sulit dipercaya, bukan? Ketika kita ingat
bahwa pada masa itu, hasil foto masih hitam dan putih dengan resolusi
yang sangat kecil. Memang sulit dipercaya, karena internet baru
‘diciptakan kembali’ pada tahun 1991, tahun kelahiran Hyperlink Text Mark-up Language atau yang akrab kita kenal dengan HTML. Pada tahun itu, internet dikembangkan kembali hingga menjadi WWW atau World Wide Web.
Mengapa disebut dengan World Wide Web? Karena
internet bersifat ‘maya’ dan segala proses pengiriman dan penerimaan
data terjadi dalam cloud system; sistem awan yang ada di dalam server.
Melalui channel internet, dapat terjadi transaksi data berbentuk
apapun, baik itu text, audio, audio-visual, maupun hanya visual/gambar
saja. Dalam konsep komunikasi, internet bersifat duplex dan half-duplex,
dengan artian, pengirim dan penerima pesan mengirimkan data secara
bergantian dalam chat box, namun tidak menutupi kemungkinan bagi kedua
belah pihak untuk mengirim pesan secara bersamaan. Tetapi konsep duplex
masih diperdebatkan lantaran komunikasi yang baik tidak akan terjalin
bila kedua pihak, sama-sama menjadi pengirim dan pada saat yang
bersamaan menjadi penerima pesan.
Dengan adanya internet, aktivitas-aktivitas manusia
di seluruh dunia yang memerlukan komunikasi yang cepat dapat terpenuhi
dengan mudah. Melampaui televisi, radio, dan telepon kabel, internet
dapat menjamin komunikasi dengan kecepatan ekstra dari masyarakat di
suatu negara dengan masyarakat di negara lain di belahan bumi bagian
lainnya. Internet membuat jarak menjadi tidak terlihat lagi sehingga
istilah Global Village yang dikembangkan oleh McLuhan identik dengan
interet sekarang ini. Global Village, secara harafiah berarti
perkampungan global, adalah sebutan bagi kondisi dimana penyampaian dan
penerimaan data dari belahan bumi satu ke yang lainnya menjadi sangat
cepat ibarat hanya berbelok ke rumah tetangga di kampung sendiri.
Dengan demikian, lingkup sosial yang ada pada suatu
pribadi tidak terbatas hanya dengan jarak pada area tertentu saja,
karena begitu ia mengakses sistem awan atau server internet, ia bisa
bersosialisasi dan melakukan transaksi data dengan siapa saja di bumi
ini yang juga menggunakan internet dengan server yang sama. Hal ini
dapat dilakukan dengan cepat dengan adanya kecepatan elektrik sehingga
proses komunikasi dapat terjadi sedemikian rupa. Kecepatan ini membuat
siapapun pengguna internet di dunia memiliki kesadaran akan tanggung
jawab global ke dalam tahap yang lebih intens. Kesadaran ini timbul
karena setiap pesan atau berita yang dibaca oleh seseorang, yang
terkirim dalam kecepatan elektrik tersebut memaksa kita untuk terjun ke
dalam kelompok sosial yang bervariasi di seluruh dunia.
Istilah yang berbeda digunakan oleh wakil presiden
Amerika Serikat terdahulu bernama Al Gore. Ia menyebut jaringan
telekomunikasi internet bagaikan jalan tol informasi dengan kecepatan
yang super; information superhighway. Mengapa demikian? Karena seperti
yang sudah dikatakan sebelumnya, internet memungkinkan begitu banyak
informasi dapat mengalir(seperti pada jalan tol) dalam kecepatan super
cepat, sangat singkat, bahkan dapat terjadi sepersekian detik bila
servernya memungkinkan.
Kecepatan yang menjadi keunggulan internet ini
sebagian besar dimanfaatkan dalam bidang bisnis. Internet yang diakses
oleh hampir seluruh masyarakat dunia dilihat sebagai pasar yang sangat
luas dan sumber customer dalam jumlah banyak bagi perusahaan tertentu.
Penggunaan internet untuk fungsi ini disebut sebagai e-commerce yang
memungkinkan penjualan dapat langsung dihadapkan kepada customer yang
prospektif. Konsep e-commerce ini sering disebut sebagai b to c
(business to customer). Tidak hanya e-commerce, bisnis yang memanfaatkan
teknologi dan kecepatan transaksi data dalam server internet lainnya
adalah media sosial.
Media sosial juga tergolong pemanfaatan internet
dalam bidang bisnis karena ada fasilitas berbayar dalam media sosial
yang memungkinkan penggunanya menggunakan fitur-fitur tertentu dalam
media tersebut. Namun, untuk menjalankan fungsi komunikasinya, seperti
biasa media sosial bersifat gratis, hal ini dikarenakan untuk mengakses
internet saja pengguna harus memiliki kuota data yang memungkinkan
mereka mengakses server media sosial tersebut.
Dalam mendekatkan yang jauh, internet juga
menyediakan berbagai layanan seperti blogging, online games, dan
situs-situs berbayar dimana masyarakat dapat menyewa situs tersebut
untuk tujuan tertentu, baik itu pribadi maupun kelompok. Dalam suatu
negara, paling tidak ia memiliki beberapa situs yang menyediakan
berbagai informasi yang ada dalam taraf nasional. Seperti kominfo.co.id,
web ini menyediakan berbagai informasi yang ingin diketahui oleh
masyarakat indonesia seputar aliran komunikasi dan informasi yang ada di
Indonesia serta perkembangan dan update mengenai teknologi informasi
dan komunikasi di Indonesia.
Menurut garudasia.com, terdapat 20 fungsi penting
internet. Salah satunya adalah mencari informasi. Fungsi ini terpenuhi
dengan adanya mesin pencarian atau search engine yang sangat familiar di
telinga kita. Google. “Just Google it.”, kalau kata orang pada masa
kini. Segala informasi yang ingin kita ketahui ada di internet. Baik itu
yang informatif maupun yang ‘tidak terlalu informatif’ dan cenderung
merusak mental. Internet juga memungkinkan kita membaca buku,koran, atau
majalah secara online, mengirim dan menerima surat, streaming radio dan
TV, mengirim dan menerima pesan singkat, bertatap muka, mencari uang
(berbisnis, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya), dan
lain-lain.Fungsi-fungsi internet ini kurang lebihnya telah terpenuhi
sepanjang pemakaian internet kita selama ini.
Dibalik segala kemudahan dan kecepatan yang
disediakan internet dan digunakan oleh mayoritas masyarakat dunia, tidak
boleh kita lupakan kaum minoritas yang awam teknologi, atau malah sama
sekali buta teknologi. Kondisi ini disebut dengan digital divide atau
kesenjangan digital yang terjadi di dunia ini. Masyarakat pedalaman yang
terisolasi dan masyarakat golongan bawah yang tidak memiliki akses
kepada alur informasi internet merupakan sebuah keprihatinan global.
Karena teknologi telekomunikasi semakin berkembang setiap harinya,
adalah tidak mungkin bila masyarakat ini dapat mengikuti perkembangan
teknologi bila tidak diperkenalkan terlebih dahulu.
Sehingga, diharapkan bagi setiap negara yang masih
memiliki penduduk minoritas dan kalangan bawah yang cukup banyak untuk
memulai penataran mengenai teknologi telekomunikasi bagi masyarakatnya.
Dengan berkembangnya internet dan sistem informasi, sangat mungkin
terjadi bagi suatu negara untuk menggunakan teknologi tersebut dalam
sistem informasi komunikasi negaranya. Apabila masyarakat minoritas ini
tidak diperkenalkan ataupun tidak memiliki akses sama sekali kepada
internet, mereka akan menjadi invisible, tidak terlihat dan tidak
terjangkau. Kita bahkan tidak akan menyadari kalau mereka ada karena
mereka tidak ada dalam sistem yang telah dibangun oleh negara. Karena
internet ada bukan untuk menjauhkan yang dekat, melainkan untuk
mendekatkan yang jauh.
SUMBER:http://www.komunikasi.us/index.php/course/perkembangan-teknologi-komunikasi/3596-internet-dan-masyarakat-dunia








0 komentar:
Posting Komentar