THANK YOU

THANKS FOR SEE THIS BLOG

Rabu, 13 Januari 2016

INTERNET DAN MASYARAKAT

Di abad ke 21 ini, siapakah manusia modern di bumi ini yang tidak menggunakan internet? Hampir tidak ada. Baik itu untuk kepentingan pribadi, kelompok, bahkan negara. Namun, internet yang kita ketahui sekarang ini bukanlah media yang ‘baru’. Media internet sudah mulai dikembangkan sejak adanya komputer digital pertama pada akhir zaman perang dunia kedua. Sulit dipercaya, bukan? Ketika kita ingat bahwa pada masa itu, hasil foto masih hitam dan putih dengan resolusi yang sangat kecil. Memang sulit dipercaya, karena internet baru ‘diciptakan kembali’ pada tahun 1991, tahun kelahiran Hyperlink Text Mark-up Language atau yang akrab kita kenal dengan HTML. Pada tahun itu, internet dikembangkan kembali hingga menjadi WWW atau World Wide Web.

Mengapa disebut dengan World Wide Web? Karena internet bersifat ‘maya’ dan segala proses pengiriman dan penerimaan data terjadi dalam cloud system; sistem awan yang ada di dalam server. Melalui channel internet, dapat terjadi transaksi data berbentuk apapun, baik itu text, audio, audio-visual, maupun hanya visual/gambar saja. Dalam konsep komunikasi, internet bersifat duplex dan half-duplex, dengan artian, pengirim dan penerima pesan mengirimkan data secara bergantian dalam chat box, namun tidak menutupi kemungkinan bagi kedua belah pihak untuk mengirim pesan secara bersamaan. Tetapi konsep duplex masih diperdebatkan lantaran komunikasi yang baik tidak akan terjalin bila kedua pihak, sama-sama menjadi pengirim dan pada saat yang bersamaan menjadi penerima pesan.

Dengan adanya internet, aktivitas-aktivitas manusia di seluruh dunia yang memerlukan komunikasi yang cepat dapat terpenuhi dengan mudah. Melampaui televisi, radio, dan telepon kabel, internet dapat menjamin komunikasi dengan kecepatan ekstra dari masyarakat di suatu negara dengan masyarakat di negara lain di belahan bumi bagian lainnya. Internet membuat jarak menjadi tidak terlihat lagi sehingga istilah Global Village yang dikembangkan oleh McLuhan identik dengan interet sekarang ini. Global Village, secara harafiah berarti perkampungan global, adalah sebutan bagi kondisi dimana penyampaian dan penerimaan data dari belahan bumi satu ke yang lainnya menjadi sangat cepat ibarat hanya berbelok ke rumah tetangga di kampung sendiri.

Dengan demikian, lingkup sosial yang ada pada suatu pribadi tidak terbatas hanya dengan jarak pada area tertentu saja, karena begitu ia mengakses sistem awan atau server internet, ia bisa bersosialisasi dan melakukan transaksi data dengan siapa saja di bumi ini yang juga menggunakan internet dengan server yang sama. Hal ini dapat dilakukan dengan cepat dengan adanya kecepatan elektrik sehingga proses komunikasi dapat terjadi sedemikian rupa. Kecepatan ini membuat siapapun pengguna internet di dunia memiliki kesadaran akan tanggung jawab global ke dalam tahap yang lebih intens. Kesadaran ini timbul karena setiap pesan atau berita yang dibaca oleh seseorang, yang terkirim dalam kecepatan elektrik tersebut memaksa kita untuk terjun ke dalam kelompok sosial yang bervariasi di seluruh dunia.

Istilah yang berbeda digunakan oleh wakil presiden Amerika Serikat terdahulu bernama Al Gore. Ia menyebut jaringan telekomunikasi internet bagaikan jalan tol informasi dengan kecepatan yang super; information superhighway. Mengapa demikian? Karena seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, internet memungkinkan begitu banyak informasi dapat mengalir(seperti pada jalan tol) dalam kecepatan super cepat, sangat singkat, bahkan dapat terjadi sepersekian detik bila servernya memungkinkan.

Kecepatan yang menjadi keunggulan internet ini sebagian besar dimanfaatkan dalam bidang bisnis. Internet yang diakses oleh hampir seluruh masyarakat dunia dilihat sebagai pasar yang sangat luas dan sumber customer dalam jumlah banyak bagi perusahaan tertentu. Penggunaan internet untuk fungsi ini disebut sebagai e-commerce yang memungkinkan penjualan dapat langsung dihadapkan kepada customer yang prospektif. Konsep e-commerce ini sering disebut sebagai b to c (business to customer). Tidak hanya e-commerce, bisnis yang memanfaatkan teknologi dan kecepatan transaksi data dalam server internet lainnya adalah media sosial.

Media sosial juga tergolong pemanfaatan internet dalam bidang bisnis karena ada fasilitas berbayar dalam media sosial yang memungkinkan penggunanya menggunakan fitur-fitur tertentu dalam media tersebut. Namun, untuk menjalankan fungsi komunikasinya, seperti biasa media sosial bersifat gratis, hal ini dikarenakan untuk mengakses internet saja pengguna harus memiliki kuota data yang memungkinkan mereka mengakses server media sosial tersebut.

Dalam mendekatkan yang jauh, internet juga menyediakan berbagai layanan seperti blogging, online games, dan situs-situs berbayar dimana masyarakat dapat menyewa situs tersebut untuk tujuan tertentu, baik itu pribadi maupun kelompok. Dalam suatu negara, paling tidak ia memiliki beberapa situs yang menyediakan berbagai informasi yang ada dalam taraf nasional. Seperti kominfo.co.id, web ini menyediakan berbagai informasi yang ingin diketahui oleh masyarakat indonesia seputar aliran komunikasi dan informasi yang ada di Indonesia serta perkembangan dan update mengenai teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.

Menurut garudasia.com, terdapat 20 fungsi penting internet. Salah satunya adalah mencari informasi. Fungsi ini terpenuhi dengan adanya mesin pencarian atau search engine yang sangat familiar di telinga kita. Google. “Just Google it.”, kalau kata orang pada masa kini. Segala informasi yang ingin kita ketahui ada di internet. Baik itu yang informatif maupun yang ‘tidak terlalu informatif’ dan cenderung merusak mental. Internet juga memungkinkan kita membaca buku,koran, atau majalah secara online, mengirim dan menerima surat, streaming radio dan TV, mengirim dan menerima pesan singkat, bertatap muka, mencari uang (berbisnis, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya), dan lain-lain.Fungsi-fungsi internet ini kurang lebihnya telah terpenuhi sepanjang pemakaian internet kita selama ini.

Dibalik segala kemudahan dan kecepatan yang disediakan internet dan digunakan oleh mayoritas masyarakat dunia, tidak boleh kita lupakan kaum minoritas yang awam teknologi, atau malah sama sekali buta teknologi. Kondisi ini disebut dengan digital divide atau kesenjangan digital yang terjadi di dunia ini. Masyarakat pedalaman yang terisolasi dan masyarakat golongan bawah yang tidak memiliki akses kepada alur informasi internet merupakan sebuah keprihatinan global. Karena teknologi telekomunikasi semakin berkembang setiap harinya, adalah tidak mungkin bila masyarakat ini dapat mengikuti perkembangan teknologi bila tidak diperkenalkan terlebih dahulu.

Sehingga, diharapkan bagi setiap negara yang masih memiliki penduduk minoritas dan kalangan bawah yang cukup banyak untuk memulai penataran mengenai teknologi telekomunikasi bagi masyarakatnya. Dengan berkembangnya internet dan sistem informasi, sangat mungkin terjadi bagi suatu negara untuk menggunakan teknologi tersebut dalam sistem informasi komunikasi negaranya. Apabila masyarakat minoritas ini tidak diperkenalkan ataupun tidak memiliki akses sama sekali kepada internet, mereka akan menjadi invisible, tidak terlihat dan tidak terjangkau. Kita bahkan tidak akan menyadari kalau mereka ada karena mereka tidak ada dalam sistem yang telah dibangun oleh negara. Karena internet ada bukan untuk menjauhkan yang dekat, melainkan untuk mendekatkan yang jauh.



SUMBER:http://www.komunikasi.us/index.php/course/perkembangan-teknologi-komunikasi/3596-internet-dan-masyarakat-dunia

0 komentar:

Posting Komentar